Kekuatan Berpikir Positif
Mengapa kita harus berpikir positif ? Mungkin hal ini tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif ? Mengapa bisa demikian ? Karena berpikir positif akan mempengaruhi segala unsur positif dalam diri kita, misalnya :
1. Melihat Positif.
Berpikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil saya ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya.
Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini.
Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.
2. Berbicara Positif.
Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. Keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.
“Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?”
“Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum’at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum’at?”
Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai.
Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.
3. Mendengar Positif.
Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengar dengan lebih positif.
Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.
“Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan.”
“Kuliah tadi mengajarkan saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik.
Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.
Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.
4. Bertindak positif.
Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan.
Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang positif.
Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.
5. Berpikir Kreatif.
Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpikir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang.
Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.
Formula Berpikir Positif
Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.
1. Self-Talk.
Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif.
Lalu, kita putar `film kegiatan kita’ di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu. Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia.
Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.
2. Melihat Kedepan.
Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka.
Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil.
Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah’ dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita.
Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh kedepan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu sandungan bagi kita untuk maju.
3. Berpikir Mungkin.
Kata `mungkin’ ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya.
Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan.
Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir `mungkin’, lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.
Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.
Berpikir Zoom In dan Zoom Out
Bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan software grafis seperti Corel Draw atau Photoshop, Anda akan mengenal apa yang dimaksud dengan zoom in atau zoom out. Jika Anda belum terbiasa dengan software grafis, coba perhatikan orang yang sedang membuat desain, kadang melakukan zoom in kadang melakukan zoom out dan dilakukan secara bergantian.
Mengapa para designer melakukan hal ini? Tentu saja agar mereka mendapatkan hasil yang optimal. Jika dia melakukan zoom in terus, dia tidak akan pernah bisa melihat hasil akhir. Dia hanya fokus pada detil sementara hasil akhirnya tidak tahu. Sebaliknya, jika Anda hanya menggunakan zoom out, Anda hanya melihat gambaran besarnya, Anda tidak tahu bagaimana detilnya dan bagaimana gambaran tersebut disusun. Oleh karena itu, kedua zoom harus dilakukan.
Begitu juga dalam berpikir untuk hal lainnya. Kita perlu melihat masalah secara detil dan fokus pada satu bagian dan juga kita perlu melihat masalah secara kesuluruhan. Keduanya harus dilakukan secara simultan agar kita mendapatkan informasi yang utuh. Masalahnya, kebanyakan orang hanya kuat atau terbiasa menggunakan salah satu cara pandang saja.
Coba perhatikan teman-teman Anda, bukankah ada yang cendrung melihat segala sesuatu pada detilnya saja. Sementara ada juga orang yang suka melihat masalah pada gambaran besarnya saja. Bagaimana dengan Anda, termasuk yang manakah Anda? Saya sendiri dulu lebih sering berpikir dengan cara melihat gambaran besarnya saja.
Berpikir keduanya, zoom in dan zoom out adalah cara terbaik. Mulai sekarang, saat kita melihat suatu masalah kita harus bisa melihat secara gambaran utuh dan juga fokus pada detail tertentu. Seperti seorang designer, dia lihat gambaran utuh (zoom out), kemudian melihat detil (zoom in) untuk melakukan perbaikan. Setelah itu melihat zoom out lagi, kemudian zoom in lagi dan seterusnya.
Jika kita fokus pada detail, akan banyak hal yang luput dari pandangan kita sebab kita tidak bisa melihat keseluruhan masalah yang kita hadapi. Lebih bahaya lagi jika kita melihat satu bagian saja terus-menerus atau berulang-ulang maka sadar tidak sadar kita akan menganggap bahwa bagian itu mewakili semuanya.
Jika kita fokus pada gambaran besar terus, kita tidak bisa melihat detilnya. Jika kita tidak bisa melihat detil suatu masalah, kita akan luput jika ada suatu tindakan yang diperlukan untuk masalah detail. Sering kali, tindakan atau solusi hanya bisa dihasilkan setelah kita melihat masalah detilnya.
Ini adalah rahasia berpikir jenius, gunakan kedua cara berpikir ini. Anda akan memiliki pandangan yang berbeda. Anda melihat masalah lebih utuh dibandingkan kebanyakan orang. Anda akan lebih bijak, lebih kritis, dan lebih cerdas dalam melihat sebuah masalah.
Sekarang.., tolong perhatikan thumbnail picture yang menjadi photo materi ini (kotak hitam bergaris putih) Saya tidak menanyakan berapa kotak hitam yang terlihat, tapi ada berapa tepatnya, “titik hitam” yang ada di tengah titik putih tersebut? Sekali lagi, kalau anda fokus dan setiap anda memindahkan titik pandang anda pada bidang tersebut, titik-titik hitam itu akan terus bergerak.
Bagi sebagian orang, menulis dianggap membosankan. Buang waktu hanya untuk sebuah tulisan yang belum tentu dibaca, disukai atau dinikmati orang lain. Sah-sah saja sih berpendapat seperti itu karena tiap orang punya kepentingan dan keinginan yang berbeda dengan menulis. Bagi yang telanjur menganggap menulis itu tidak penting, luangkan sedikit waktu untuk sekedar merenung : apa arti tulisan dan mengapa orang mau menulis bahkan bisa menulis. Alasannya pasti beragam, mulai dari sekedar hobi, mengembangkan bakat, kepuasan mengekspresikan pikiran dan perasaan, tuntutan pekerjaan dan yang paling “menjual” bisa mempengaruhi dan mengubah pikiran orang lain atau menginspirasi orang lain.
Apa sebenarnya yang menarik dari kegiatan menulis ?
Adakah manfaat menulis untuk kesehatan mental kita ?
Menulis ternyata memiliki banyak keunikan dan manfaat. Keunikan menulis akan dirasakan ketika kita menikmati kegiatan itu ( mungkin saya termasuk orang yang sangat menikmati kegiatan menulis). Keunikan pertama dari kegiatan menulis bisa tercermin lewat kepuasan batin bahkan memberikan pengaruh bagi pola hidup si penulis. Secara aktivitas, menulis memang membutuhkan waktu yang kadang-kadang tak sedikit. Bisa berjam-jam, berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Apalagi jika tulisan yang dibuat bersifat riset ilmiah atau sebuah discovery, waktu yang dibutuhkan bisa bertahun-tahun. Namun, proses itu akan terasa begitu berharga ketika hasil itu diapresiasi dan memberi banyak manfaat. Sebuah kepuasan yang tidak terbeli dengan nilai material. Kepuasan batin ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mental si penulis. Misalnya, bisa memotivasi kreativitas dan rasa percaya dirinya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.
Keunikan lain dari menulis ialah bisa membuat gila.
Menulis bisa membuat gila ?
Mengapa ?
Lalu untuk apa menulis ?
Karena menulis itu memerlukan ide, masalah dan tujuan. Orang bisa menjadi gila baca dan gila pengetahuan untuk mendapatkan inspirasi bagi tulisannya; gila-gilaan mengasah imajinasi untuk menemukan ide-ide gila dan mengembangkan cerita pada tulisannya. Orang juga bisa segila mungkin menggali pengalaman individual dan sosial untuk menemukan masalah serta data-data pendukung tulisan; memiliki semangat, kemauan dan strategi yang gila untuk menuangkan ide, merumuskan dan mencapai tujuan dari tulisannya; serta menjadi gila kerja untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Berkaitan dengan ini, ada sejumlah orang yang harus menulis terlebih dahulu agar ia bisa tertidur. Ini menunjukkan adanya koneksi antara kepuasan hati dengan ketenangan pikiran dengan mengekspresikan dorongan hasrat dan imajinya. Makanya, saya sebut menulis bisa membuat orang menjadi gila, maksudnya menggilai aktivitas itu.
Keunikan di atas bersimultan dengan manfaat menulis. Menulis dapat menjadi tempat menyalurkan perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental. Sebagaimana diungkapkan James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memberi kekuatan positif pada tubuh kita. Dengan memahami ini, maka menulis bisa menjadi kekuatan dan sebuah tulisan bisa menjadi kekuatan bagi penulis bahkan pembacanya. Cobalah baca Chicken Soup dengan berbagai serinya. Kisah-kisah nyata yang begitu inspiratif dan mampu membuka cakrawala hati pembacanya. Di sanalah kekuatan sebuah tulisan berbicara. Banyak lagi tulisan-tulisan yang berkekuatan, seolah-olah memiliki daya magis yang bahkan bisa mengubah pola pikir pembacanya. Jika kita kaitkan dengan kegilaan menulis, hal ini sangat simultan. Kegilaan seperti ini tidak selalu buruk bagi mental seorang penulis, meskipun ada beberapa kejadian pada penulis novel yang memiliki kelainan psikologis karena terpengaruh tulisannya sendiri. Sebagaimana penemuan Pennebaker, tidak sedikit pasien penderita trauma mengalami kesembuhan setelah menjalani terapi menulis, sehingga dalam beberapa tahun terakhir, menulis dikembangkan menjadi media therapis oleh para psikolog dan psikiater.
Manfaat lain dari menulis ialah kita bisa menghargai data dan waktu. Joel Saltzman dalam bukunya If You Can Speak You Can Write mengungkapkan bahwa menulis tidak berhenti pada langkah pertama. Artinya, menulis tidak cukup sekali dan sekali jadi, tetapi diperlukan upaya untuk menulis kembali. Penyuntingan, revisi, dan penulisan kembali merupakan langkah penting untuk menyempurnakan hasil tulisan. Seorang penulis perlu memeriksa kembali tulisannya secara kritis dan objektif mengenai berbagai hal, khususnya dalam ketepatan pemilihan kata, contoh, dan ilustrasi, serta menghindari kesalahan dalan penyusunan kalimat. Ini menunjukkan bahwa waktu sangat berharga untuk dimanfaatkan bagi seorang penulis dan menulis membutuhkan waktu apalagi untuk menghasilkan tulisan yang memiliki kekuatan. Penghargaan atas waktu berpengaruh positif terhadap kestabilan dan kesehatan mental si penulis. Orang yang menghargai waktu merupakan orang yang mampu dan mau memanfaatkan waktu sesempit apa pun untuk kebermaknaan hidup, sehingga dengan sendirinya akan membangun mentalitas dan pola pikirnya.
So, menulis itu asyik lho! terlepas dari ada tidaknya apresiasi atau opini orang lain atas tulisan kita.
“Apa bunyi sila ke 3 dari Pancasila ?” tanya seorang teman, yang tahu bahwa Anda adalah warga negara Indonesia yang baik dan pernah dinyatakan lulus Penataran P4 pola 100 jam saat kuliah dulu.
Bukannya langsung menjawab, keringat Anda malah mengucur deras. Otak berpikir keras.
“Apa ya, ?”
Bukankah ini pertanyaan gampang yang dulu pasti akan Anda jawab dengan mudah ?
“Hm… ini pasti faktor U!” ujar Anda dalam hati.
Terkadang pertanyaan yang sangat gampang seperti di atas membutuhkan kerja otak, karena anda sudah sangat lama tidak membaca atau menyimak, hapalan yang ada di luar kepala tiba-tiba buyar.
Bila hal seperti ini terjadi, tak usah panik dan tak usah malu. Anda dapat menetralkan perubahan otak yang disebabkan oleh usia (yang biasanya dimulai pada umur 30-an, menurut penelitian kemampuan otak manusia akan berkurang drastis pada usia 27 tahun. Sudah lazim kalau fungsi otak semakin susut dengan bertambahnya umur) dengan aktivitas sederhana yang dijamin mampu memelihara dan memperkuat otot mental Anda.
Kemampuan mengingat merupakan salah satu fungsi otak. Namun, lupa dan lupa bisa berarti dua. Mungkin cuma jenis lupa yang jamak pada usia lanjut (forgetfullness), atau bisa jadi betul sebuah kepikunan.
Tentu tidak semua orang berusia lanjut pasti pikun. Beberapa faktor penunjang berperan di sana. Faktor gen, misalnya, yang membuat jaringan otak sontak berubah jadi kisut seperti terjadi pada penyakit Alzheimer. Kasus penurunan fungsi otak lainnya boleh jadi lantaran otak tidak dijaga kebugarannya.
Normalnya, supaya tetap bugar, otak membutuhkan dua hal: aliran darah yang senantiasa lancar mengirimkan oksigen dan zat gizi. Untuk itu darah sendiri harus sehat, sel-selnya normal, dan cairan darahnya tidak mengental (tak beragregasi).
Kita tahu, aliran darah otak dipengaruhi juga oleh kekuatan jantung memompa darah, selain masih utuhnya pipa pembuluh darah otak. Menu harian bagus saja tanpa tekanan darah ke otak yang cukup, atau bila pipa pembuluh otak sudah tersumbat, tetap saja membuat otak kekurangan pasokan makan. Dalam hitungan menit, kekurangan pasokan oksigen ke otak membuat jaringan otak rusak dan mati, sehingga fungsi otak terganggu dan tidak lagi optimal.
Berikut adalah lima cara mudah yang bisa tetap menjaga otak tetap cepat dan tajam dan fress yaitu :
1. Senam Aerobik dan jalan cepat
Olahraga dipercaya mampu menangguhkan penyakit dementia, selain dapat membalikkan penuaan otak. Tim dari Beckman Institute, University of Illinois, baru-baru ini mempelajari kembali berbagai studi yang pernah dibuat, dan mendapati bahwa latihan aerobik dapat mendongkrak kecepatan dan ketajaman otak, serta menambah volume jaringan otak. Anda bisa mencoba jalan cepat selama 50 menit, tiga kali seminggu, untuk mendapatkan efek perkembangan otak ini. Para peneliti University of Michigan juga mendapati bahwa orang yang biasa jalan cepat di taman yang dikelilingi pepohonan juga mampu meningkatkan memorinya sebanyak 20% daripada yang berjalan pagi di jalan raya.
2. Gosok gigi dan floss
Kesehatan gigi sering dikaitkan dengan kesehatan otak, demikian menurut penelitian para psikiater dan dokter gigi dari Inggris. Setelah mengobservasi ribuan responden berusia 20-59 tahun, tim ini mendapati bahwa gingivitis dan penyakit yang menyerang gusi akan menyebabkan penurunan fungsi kognitif orang dewasa hal ini sangat wajar sebab syaraf-syaraf gigi dapat mempengaruhi fungsi kerja otak. Dan hal ini tak cuma terjadi pada kaum lansia, lho. Saran dokter gigi adalah, menggosok gigi selama 2 menit setidaknya sekali sekali, dan membersihkan gigi dengan dental floss sesudahnya.
3. Mengonsumsi blueberry
Penelitian baru menunjukkan bahwa buah-buahan yang berwarna gelap akan membantu menajamkan proses berpikir. Para peneliti dari National Institute on Aging dan Tufts University melakukan eksperimen dengan tikus jantan yang diinjeksi dengan asam kainic (asam tumbuhan laut yang biasanya terdapat pada rumput laut) untuk menirukan stres oksidatif yang terjadi karena penuaan. Tikus yang diberi makanan yang mengandung 2% ekstrak blueberry mampu menavigasi tempat yang menyesatkan dengan lebih baik daripada tikus yang tidak mendapatkan senyawa ini.
Dalam studi yang lain, peneliti yang sama menemukan bahwa tikus yang mengonsumsi blueberry menunjukkan pertumbuhan sel yang meningkat dalam hippocampus, komponen utama dalam otak. Menurut teori para peneliti, anthocyanin -pigmen biru tua yang ditemukan pada blueberry- adalah yang menyebabkan perubahan kognitif tersebut.
Untuk menikmati blueberry, taburkan buah-buahan ini pada sereal atau yogurt, atau campurkan pada smoothie. Jika buah ini sedang tidak musim, belilah blueberry beku.
4. Mainkan puzzle,
Dalam sebuah survei yang digelar University of Alabama terhadap hampir 3.000 pria dan wanita, mereka yang berpartisipasi dalam 10 sesi latihan pendongkrak otak selama 60-75 menit, mampu menajamkan kemampuan mental mereka sehingga otak berfungsi layaknya orang yang berusia 10 tahun lebih muda. Untuk memainkan puzzle, mulailah dengan jenis yang mudah lebih dulu. Begitu kemampuan Anda meningkat, cari jenis yang lebih menantang. slain itu permainan catus dan teka-teki matematika dapat melatih otak dan merangsang daya kerja otak.
5. Meditasi
Meditasi tidak sekadar menjadi pelepas stres, tetapi juga meningkatkan komponen utama sistem saraf pusat pada otak. Responden yang mengikuti survei dari Massachusetts General Hospital di Boston tampak telah mengalami pertumbuhan dalam korteks, suatu area di dalam otak yang mengontrol memori, bahasa, dan proses sensor. Orang yang terbiasa meditasi, menurut studi dari University of Kentucky, mampu menjalani tes ketajaman mental lebih baik daripada yang tidak pernah meditasi.
Jadikan meditasi sebagai kebiasaan Anda, dengan melakukannya selama 40 menit setiap hari. Anda bisa mengawalinya selama 15 menit saat istirahat makan siang, atau sebelum berangkat ke kantor. Duduk tegak, tutup mata, dan fokuslah pada apa pun yang Anda alami saat itu. Entah mendengar suara burung berkicau, hujan yang turun, atau bahkan suara nafas Anda sendiri.
6. Refresing dengan mendengarkan musik
Refresing dapat dilakukan dalam ruangan tertutup dengan memilih suasana tenang dan santai, lemaskan semua otot anda ambil posisi santai dengan duduk atau bersandar, putarlah musik-musik yang paling anda senangi, dengan alunan musik dan refresing otak kita akan bekerja mengikuti harmoni musik dan akan menjadi lebih fress! ternyata musik bukan saja bagus untuk perkembangan sel otak balita (kususnya musik klasik ciptaan Mozart) tapi juga dapat membuat otak lebih santai dan releks/relaksasi setelah itu dapat anda pacu kembali.
INDERA KEENAM
Indera keenam manusia yang punya istilah ilmiah Extra Sensory Perception (ESP) adalah kemampuan menerima informasi tanpa melalui panca indera. Kemampuan tersebut meliputi:
• Telepathy: kemampuan membaca pikiran.
• Clairvoyance : kemampuan melihat peristiwa yang terjadi di tempat lain.
• Precognition: kemampuan meramalkan yang akan datang.
• Retrocognition: kemampuan melihat kejadian di masa lampau.
• Psychometri: kemampuan menggali informasi lewat benda.
• Telekinesis : menggerakkan benda dari jarak jauh.
• Psychokinesis : menggerakkan benda dengan tenaga pikiran.
Kalau dari sisi psikologi, indera keenam ini merupakan perkembangan otak kanan manusia yang sudah sangat maju. otak kanan adalah pusat pengelolaan kepekaan jiwa. makin peka jiwa seseorang, makin tajam pula intuisinya.sedang menurut orang india, indera keenam itu letaknya ada di tengah-tengah kedua alis kita. pada dasarnya, manusia mempunyai 3 mata. jadi sebenarnya semua orang punya indera keenam, tapi ada yang terbuka, dan ada juga yang masih tertutup. bagi yang sudah terbuka, kemampuan itu bisa menjadi tumpul jika tidak diasah. namun ada juga seseorang yang terlahir dengan indera keenam yang sudah terbuka dan mendominasi, seperti anak indigo.
Sebuah buku yang pernah saya baca, mengatakan bahwasanya dalam diri setiap manusia terdapat berbagai jenis potensi supranatural, salah satunya adalah indera keenam, indera ini berhubungan dengan kepekaan seseorang terhadap hal-hal ghoib atau ruhiyah, bisa di katakan sesuatu yang impossible. Berbagai ajaran dan aliran agama bisa di pastikan memiliki faham dan metode sendiri untuk membangkitkan indera keenam ini.
Sebelumnya marilah kita bahas apa itu indera keenam :
Di dalam tubuh manusia yang sempurna, Tuhan menganugrahkan panca indera hidup sebagai modal kita untuk berinteraksi dengan lingkungan, panca indera tersebut antara lain adalah, lidah sebagai perasa, kulit sebagai peraba, mata sebagai penglihat, hidung sebagai pembau, dan telinga sebagai pendengar.
Lidah terdiri dari sel-sel yang mampu mendeteksi kandungan zat dari suatu bahan, dan menginformasikan ke pada otak dengan sinyal yang di sebut rasa, manis, asam, asin, pedas, dan kelu.
Kulit, adalah membran tipis di luar tubuh manusia yang mana memiliki ribuan simpul syaraf sebagai alat pendeteksi sentuhan dan suhu,maka dari itulah kulit di sebut sebagai indera peraba.
Mata, memiliki beberapa bagian, mulai dari retina, lensa, pupil dan syaraf, mata adalah alat optik manusia yang berfungsi menangkap cahaya yang memantul dari suatu benda maupun lingkungan dan mengirimkan ke otak sebagai sinyal warna,gelap-terang dan bentuk.
Hidung, di samping alat pernafasan juga memiliki sensor yang mampu mendeteksi kandungan zat yang ada di udara dan mengirimkn informasi tentang temuanya itu ke otak dalam bentuk sinyal bau atau aroma.
Terakhir adalah telinga, sebagai alat penangkap getaran dengan frekwensi tertentu dan menyimpulkan data yang ia dapatkan menjadi sebuah tatanan wujud suara seperti bahasa, nada, serta intonasi nya.
Lantas, apa yang di sebut indera keenam ?dan di mana indera tersebut berada, serta apa fungsinya ? Akan ada jawaban yang sangat panjang sekali bila kita membahas materi yang satu ini. Kita bisa memulai degan pembahasan tentang eksistensi suatu benda, sudah bukan rahasia lagi bila di alam semesta ini, berisi dua jenis wujud, yaitu eteris dan astral... Panca indera hanya bisa mendeteksi bagian eterisnya, seperti suara, struktur, warna, rasa dsb. Nah indera keenam adalah perangkat yang berfungsi untuk mendeteksi bagian astral dari alam semesta, baik yang belum, sedang maupun akan terjadi.
contoh dari wujud astral adalah ruh (bagi yang percaya dan bergama), prana atau energi hidup yang keluar dari tumbuhan, hewan dan benda-benda bebas di alam lainya, jin, atau makhluk ghaib, aura (di sebut juga prana yang keluar dari tubuh manusia bagian dari pancaran ruhani) dll.
Percayakah anda dengan semua itu ? bila anda golongan materialis pasti tidak akan percaya, namun bila anda termasuk yang relijius, saya yakin anda akan memahami tulisan saya ini.
Salah satu bukti orang taqwa adalah orang yang percaya dengan yang ghaib, karena Tuhan adalah Ghoid, ciptaanya juga ada yang ghoib, sedangkan kita, di katakan sebagai makhluk sempurna karena kita memiliki keduanya, yaitu bagian materi atau tubuh dan bagian ghoib atau ruh.
Indera keenam, menurut banyak sekali versi, baik yoga, kejawen, thai chi, bahkan beberapa faham tasawuf (saya tidak berani menyebutkan sumbernya, karena tulisan ini bukan karya ilmiah namun semata-mata hanyalah sarana sharing kita) memiliki hardware di mata ketiga, yaitu batas antara dua alis, tepat di tengah. Sedangkan software berada di hati kecil kita, bisa di rasakan di ulu hati sebelah kiri, coba anda berdiam sejenak dan memusatkan fikiran di sana, sambil menyebut nama Tuhan atau Asma' Allah... pasti fikiran anda menjadi tenang dan keyakinan anda semakin mantab.
Indera keenam sendiri sebenarnya adalah anugrah yang kita miliki semenjak kita lahir, hanya saja terkadang akan mati atau menutup karena di kotori oleh berbagai pikiran negatif yang membelenggu kehidupan kita. Indera ini seperti jendela kaca, bila lingkunganya bersih dan sering di lap, maka akan bening dan jernih, namun bila lingkunganya kotor, penuh asap, debu dan partikel yang merusak, maka jendela kaca itu akan buram dan gelap.
Asap, debu dan partikel yang merusak tadi adalah dosa, nafsu dan kekotoran batin kita selama hidup di dunia ini....maka banyak-banyaklah merenung dan memohon ampun terhadap dosa-dosa kita.
Jenis kekuatan indera keenam, selain apa yang diuraikan di awal tulisan kekuatan indera keenam dapat dijabarkan secara sederhana sebagai kekuatan yang dapat :
1. melepas sukma dari tubuh.
2. mengetahui kejadian di masa lalu maupun masa depan.
3. melihat jarak jauh.
4. berinteraksi dengan jin.
5. membaca pikiran orang lain.
6. dalam beberapa kasus spesial adalah mampu menyembuhkan penyakit tanpa mendalami ilmu pengobatan, dan lain sebagainya.
ciri-ciri orang yang indera keenamnya terbuka dengan sempurna tanpa harus belajar :
1. Ia akan mengetahui suatu kejadian, meskipun kejadian tersebut belum terjadi, atau pun berada di jarak yang sangat jauh.
2. bisa membaca isi hati orang lain.
3. mengetahui seseorang itu punya niat baik ataukah buruk.
4. bisa merasakan kebencian atau kasih sayang dari orang lain meskipun perasaan itu di sembunyikan.
5. mengetahui sejarah atau riwayat suatu benda hanya dengan menyentuhnya.
6. bisa bicara,melihat dan bertemu dengan makhluk halus.
7. merasakan bahaya yang mengancam.
8. memiliki tebakan atau ramalan yang akurat.
9. bisa berinteraksi dengan dunia bawah sadar dalam beberapa kasus bisa memasuki alam mereka.
Tanda-tanda bahwa kita sebenarnya punya indera keenam namun belum terasah :
1. Pernah mengalami mimpi yang kemudian menjadi kenyataan, mimpi tersebut sebenarnya adalah pandangan kita tentang masa yang belum terjadi, indera keenam kita yang mungkin kalah dengan nafsu duniawi, hanya bisa memperingatkan kita melalui otak dan mewujudkan peringatan tersebut lewat mimpi.
2. Merasakan ada sesuatu di dekat kita padahal waktu itu kita sendiri, saya berani bertaruh, waktu itu anda memang tidak sendiri,sebenarnya ada makhluk lain yang mungkin lebih dari satu, berada di dekat anda..... saya sangat yakin, bila mereka sebenarnya ingin bertutur sapa dengan anda, namun kebanyakan dari mereka justru mempermainkan perasaan anda hingga anda jadi merinding, nah merindih itu sebenarnya adalah wujud dari proteksi alamiah anda melalui aura yang mengusir tamu tak di undang tadi, semakin besar keberanian anda, maka semakin kuat aura anda untuk mengusir mereka, dan rasa merinding tadi pun semakin hilang.
3. Pada keadaan tertentu kita merasa ada seseorang atau sesuatu yang memperhatikan kita, namun setelah di tengok... tidak ada siapapun. Untuk kedua kalinya saya juga yakin bahwa sebenarnya anda memang di perhatikan sesuatu, mungkin sanak keluarga yang telah tiada, tetangga kita dari alam lain, atau pun para pengelana yang sedang singgah di dekat anda. Bisa juga sihir jahat yang memang di kirim untuk anda dan lain sebagainya.......
4. Dejavu atau seolah-olah pernah mengalami suatu moment padahal moment tersebut baru terjadi sekali itu. Yang satu ini sebenarnya adalah bakat istimewa yang pantas di banggakan, saya sering mengalami dejavu, pada awalnya saya tidak percaya, namun setelah saya mengalami hal luar biasa yang maaf, cukuplah saya yang mengetahuinya, akhirnya saya menjadi luluh dan yakin, bahwa dejavu adalah indera keenam, para ahli neurologi, mengatakan bahwa dejavu adalah kelainan otak yang berpotensi sebagai tanda-tanda kangker, namun, ilmu pengetahuan tidak bisa di sejajarkan dengan ilmu jiwa, karena bila iptek mengatakan dejavu adalah kelainan pada otak yang berpotensi sebagai gejala kangker...bla...bla...bla.. dan sebagainya. Ilmu jiwa mengatakan dejavu adalah bagian dari visi supranatural yang bocor, yang seharusnya tidak keluar... namun terpaksa keluar oleh kekuatan bawaan seseorang, dan membentuk sebuah perasaan yang tidak asing lagi bagi kita,padahal kita baru mengalami sekali itu,perasaan tersebut berasal dari pandangan kita sendiri,sebenarnya peringatan akan tibanya hari itu (saat dejavu kita rasakan) telah tertangkap oleh indera keenam, indera tersebut sebenarnya mencoba untuk menginformasikan pada kita, namun gagal, sehingga di saat kita benar-benar mengalami hal tersebut, persaan akan visi tadi meluap-luap hingga kita merasa mengalami satu kejadian dua kali. Kesimpulanya, dejavu berarti kehendak bebas sang indera keenam untuk menentukan pilihanya, ia tidak mau di kontrol oleh hukum alam, dan ia menunggu sang pemilik untuk melatih dan membebaskanya dari tabir belenggu.
5. Saat kita memperhatikan sesuatu tanpa berkedip, kita akan menangkap cahaya yang menyelimuti benda tersebut, namun setelah di amati kembali, cahaya tadi pun lenyap. Ketahuilah bahwa cahaya yang menyelimuti benda padat dalam pandangan anda tersebut adalah aura atau prana yang menyelimuti benda itu, anda bisa bertanya pada ahli aura atau ahli meditasi yang berpengalamnan tentang bagian posting saya ini.
6. Pernah melihat sekelebat bayangan, begitu nyata, namun setelah di sadari, ternyata tidak ada apapun di sekitar kita. Bukan ilusi optik atau gangguan mata yang di akibatkan posisi tubuh terhadap letak pandangan, namun sekelebat bayangan tadi memanglah tetangga kita yang sedang numpang lewat, bila anda adalah salah satu dari pemilik indera keenam, anda pasti tau maksud saya, dan anda pun pasti juga tau,terkadang kamar kita adalah jalan pintas atau jalan masuk ke rumah mereka, dan terkadang anda pasti kesal, jika kamar mandi atau toilet kita di jadikan dapur oleh mereka. Munculnya sekelebat bayangan tadi sebenarnya adalah visi kita yang berasal dari celah yang di miliki oleh tabir penghalang dari indera keenam. Karena di saat pikiran kita kosong, keinginan akan nafsu dan keduniawian pun ikut kosong, sehingga tabir yang menyelimuti indera tersebut juga sedikit memiliki celah, contohnya adalah saat kita nonton tv, dan kurang enjoy dengan acaranya, saat melamun, saat sedih, saat bosan dll, sekelebat bayangan itupun tak akan muncul bila pikiran kita tidak dalam keadaan seperti yang saya sebutkan tadi.
7. Ketika pertama kali kita bertemu dengan seseorang kita merasakan ketidak sukaan atau kecocokan yang bersahabat, meskipun kita belum mengenal orang itu. Hal ini di sebab kan karena adanya alarm tak terlihat dari indera keenam, aura yang kita miliki akan menyatu dengan aura orang yang bertemu dengan kita, di saat penyatuan aura tersebut, bila kita bisa melihat, akan terjadi interaksi, bila kita mengalami kecocokan, maka warna aura tersebut akan berubah dan melebur sehingga muncul kesan yang hangat dan nyaman....... seperti terasa sangat bersahabat, dan bila sebaliknya, maka akan terjadi tolak-menolak selayaknya medan magnet hingga kita merasakan gerah dan kurang nyaman, jadi bila anda merasa tidak suka dengan orang yang bahkan belum kita kenal, maka bisa di pastikan orang tersebut juga merasakan hal yang sama, hal ini bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk mencari rekan bisnis maupun pasangan.
8. Pernah mengalami mati suri. Fenomena mati suri sebenarnya adalah aksi gagal jantung sementara, karena kondisi tertentu, jantung yang tadinya berhenti sejenak akhirnya bisa berdetak kembali, lepas dari unsur ilmiah, mati suri adalah anugrah serta keajaiban, mati suri membuat ruh seseorang lepas dari tubuhnya, karena ruh tersebut telah melakukan kontak dengan alam bawah sadar, maka serangkaian keistimewaan akan terbawa oleh ruh sekalipun ia telah kembali ke dalam jasad nya. Orang yang pernah mati suri, pasti memiliki keistimewaan khusus yang unik dan jadi pusat perhatian.
9. Merasakan akan kehadiran seseorang atau sesuatu padahal belum ada tanda fisik akan kedatangan tersebut.. dan banyak lagi.....
Sebenarnya masih banyak tanda-tanda lainya, seperti pandangan-pandangan kita tentang sebuah peristiwa di sertai rasa pening, keyakinan yang teramat kuat tentang siapa pencuri dari barang yang hilang, keyakinan kuat tentang letak posisi suatu benda yang bahkan kita tidak atau benda apa yang ada di situ.
Bila anda tidak merasakan satupun dari kriteria di atas, berarti indera keenam anda benar-benar tertutup oleh urusan keduniawian, mungkin masalah keyakinan anda, atau faham idealis yang anda anut.....merugilah anda........karena anda kehilangan salah satu dari hak milik anda itu.
Cara mengasah indera keenam :
1. Anda bisa mengikuti aliran pernafasan yang ada di sekitar tempat tingal anda, melalui guru pembimbing anda akan di bantu untuk mengasah hak milik anda tersebut.
2. lakukan meditasi sesuai bimbingan sang guru.
3. sering-seringlah bermeditasi, pusatkan perhatian otak anda pada mata ketiga di antara kedua alis, namun di saat yang bersamaan hati kita haruslah tetap terjaga dan berdzikir ........... sulit...... namun anda akan terbiasa, saat konsentrasi tersebut, usahakan nafas anda teratur, karena nafas tersebut lah yang menyerap energi prana di udara bebas ke dalam tubuh anda, sehingga tabir yang menutupi hati anda akan terkikis sedikit demi sedikit.
4. saya tahu anda pasti bingung... maka dari itu bila anda berminat, anda bisa mencari guru pembimbing yang bisa di percaya.
Tips sederhana untuk mengasah indera keenam secara mandiri :
1. Carilah suasana tenang, misal di malam hari.
2. Pejamkan mata dan tarik nafas perlahan....... bayangkan warna pelangi masuk ke mata ketiga kita........... setelah nafas di rasa cukup.... tekan sedikit ke perut......... kemudian hembuskan nafas kembali dengan perlahan........... lakukan hal ini sebanyak mungkin (ingat melatih mata ketiga hanya boleh di lakukan saat kedua mata tertutup).
3. Di manapun anda berada usahakan berdzikir dengan nama Tuhan, dan seolah-olah kita kumpulkan dzikir itu di ulu hati sebelah kiri.
Cara-cara di atas dapat melatih kepekaan kita. Kemudian bila kita telah benar-benar yakin, cobalah untuk mengkonsentrasikan diri, mencoba membangkitkan indera keenam kita....... indera tersebut akan bangkit bila panca indera di istirahatkan sementara, kita mencium bau tapi abaikan bau itu, kita mendengar suara tapi abaikan suara itu, kita merasa pahit tapi abaikan rasa pahit itu, kita merasa gatal atau dingin tapi abaikan gatal dan dingin itu.....
Sekarang coba sekali lagi untuk pejamkan mata, usahakan tidak ada cahaya yang kita lihat, kemudian pusatkan mata ketiga kita........ sadarkan hati kita dengan dzikir pada NYA..... Satu kuncinya... yaitu keyakinan, bila kita yakin.... anything possible..........
Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Manusia,
Mental sehat manusia dipengaruhi oleh faktor internal dan external. Keduanya saling mempengaruhi dan dapat menyebabkan mental yang sakit sehingga bisa menyebabkan gangguan jiwa dan penyakit jiwa.
A. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang seperti sifat, bakat, keturunan dan sebagainya. Contoh sifat yaitu seperti sifat jahat, baik, pemarah, dengki, iri, pemalu, pemberani, dan lain sebagainya. Contoh bakat yakni misalnya bakat melukis, bermain musik, menciptakan lagu, akting, dan lain-lain. Sedangkan aspek keturunan seperti turunan emosi, intelektualitas, potensi diri, dan sebagainya.
B. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi mental seseorang. Lingkungan eksternal yang paling dekat dengan seorang manusia adalah keluarga seperti orang tua, anak, istri, kakak, adik, kakek-nenek, dan masih banyak lagi lainnya.
Faktor luar lain yang berpengaruh yaitu seperti hukum, politik, sosial budaya, agama, pemerintah, pendidikan, pekerjaan, masyarakat, dan sebagainya. Faktor eksternal yang baik dapat menjaga mental seseorang, namun faktor external yang buruk atau tidak baik dapat berpotensi menimbulkan mental tidak sehat.
10 Penyakit Mental Manusia
1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
setiap kekacauan yang tidak mengenakkan terjadi pada diri kita atau pada lingkungan kita, kita selalu mencari-cari kesalahan orang lain.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa diri kita merasa tidak mampu, Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL ATAU CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Misal :Bila kita bekerja disebuah bengkel mobil maka kita harus sebisa mungkin memanfaatkan kesempatan untuk menambah pengalaman dan untuk kemudian.."kapan saya bisa punya bengkel sendiri ?"
4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
misalnya kita mau jadi orang terkaya di dunia, maka kita kerja banting tulang mengumpulkan uang tanpa memikirkan kebutuhan perut dan badan. Maka yang terjadi bukannya kita cepat kaya malah kita akan cepat masuk rumah sakit...dan akhirnya sia-sialah perjuangan kita.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS (SHORTCUT)
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang pada kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan...?
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.
9. BAYANG-BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer 3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ? Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembaksasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Berikut ini adalah 12 cara melatih mental agar otak berkembang dengan baik. Cara-cara ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari University of California Berkeley, Amerika Serikat:
1. Latih kemampuan mengamati, supaya lebih tajam
Lihat sekeliling Anda dan rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat dari yang sederhana sampai yang rumit.
2. Asah indera
Pastikan Anda mampu membedakan rasa makanan yang Anda sukai dan yang tidak Anda sukai. Terapkan juga pada pendengaran, penciuman, perabaan dan penglihatan.
3. Pikirkan nama-nama teman Anda dan pasangkan dengan nomor telepon mereka
4. Belajarlah sesuatu yang baru
Hal ini bisa berupa belajar mengenai piranti komputer, bahasa asing, dan lainnya.
5. Latih tangan Anda untuk mengikuti petunjuk otak
Belajarlah bermain piano atau alat musik lain, belajar mengetik, menjahit, membuat pekerjaan tangan seperti menyulam dan mengukur.
6. Tekuni sebuah hobi
7. Hafalkan sesuatu yang Anda sukai
Hal ini bisa berupa puisi, lagu, kalimat dari buku, resep, dan sebagainya.
8. Pelajari tanggal-tanggal penting
Entah itu tanggal ulang tahun teman, hari besar dan hari peringatan tertentu.
9. Gunakan buku referensi untuk mempelajari beberapa puluh nama
Seperti nama ibu kota negara bagian Amerika atau negara-negara di Asia Tenggara atau yang lainnya.
10. Pelajari daftar kronologis suatu peristiwa tertentu
Misalnya sejarah Indonesia dari abad ke-4 sampai abad ke-15. Pecah dalam beberapa periode.
11. Ingat riwayat pribadi Anda
Apa yang sedang Anda lakukan minggu lalu pada jam yang sama ? Bagaimana cara Anda melewatkan ulang tahun terakhir Anda? Dengan siapa Anda merayakan lebaran tahun lalu? Dan sebagainya.
12. Teliti ulang pengeluaran harian Anda
Ada beberapa banyak uang yang sekarang ada dalam dompet Anda ? Apa yang Anda beli kemarin? Kapan terakhir kali Anda menambahkan uang tunai ke dalam dompet? Pengeluaran apa yang harus Anda lakukan selama tiga hari mendatang ?




